Hal-hal yang Dapat Merusak Kualitas Sperma

Masalah kehidupan seksual memang terdengar vulgar untuk dibicarakan, namun pengetahuan yang ada di dalamnya untuk para wanita atau pria yang telah dewasa dan siap membina rumah tangga demi mendapatkan keturunan, seksualitas menjadi pengetahuan yang wajib diketahui. Salah satu yang paling penting bagi kaum pria adalah sperma.

hal-hal yang dapat merusak kualitas sperma

Untuk memiliki buah hati seperti yang anda dan pasangan idamkan selama ini, salah satu faktor yang memengaruhinya adalah sperma, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Setiap pria pun memiliki kedua hal tersebut dengan berbeda sesuai dengan pola hidup mereka. Karena, ada beberapa hal yang diremehkan selama justru menjadi penyebab kerusakan sperma, di antaranya :

Berendam air panas

Berdasarkan riset yang dilakukan pada tahun 2007 lalu, berendam air panas selama 30 menit ternyata bisa mengurangi produksi sperma dalam beberapa waktu. Hal ini dikarenakan paparan air panas dapat memengaruhi kualitas sperma dan memperlambat kematangan sperma, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Demam

Peneliti juga menunjukan bukti bahwa demam tinggi bisa menyebabkan menurunnya kualitas sperma seperti ketika anda berendam air panas. Selain itu, konsentrasi sperma dapat berkurang sampai 35% akibat demam yang tengah menyerang anda saat itu.

Laptop

Menurut para ahli di State University of New York, ada hubungan langsung antara menggunakan leptop dengan peningkatan suhu skrotum sampai 35 derajat Celcius. Peningkatan suhu inilah yang bisa membahayakan spermatogenesis. Oleh karena itu, hindari penggunaan laptop dengan cara memangkunya, terutama bagi anda yang ingin segera punya anak.

Varises atau Varicoceles

Kondisi ini dikenal juga dengan pelebaran pembuluh varicose di skrotum, biasanya di testis bagian kiri. Meskipun masalah varicoceles belum jelas memiliki perngaruh pada produksi sperma dengan melakukan penghambatan peredaran darah dan membuat skrotum menjadi lebih panas yang pada akhrinya darah mengalir mundur dari penyupalain testis. Dan inilah yang membuat kualitas dan produksi sperma terganggu.

Dalam menangani masalah ini, dokter merekomendasikan penderitanya melakukan perbaikan pembesaran pembuluh varicose di skrotum atau non-bedah dengan kateter.

Obesitas

Sudah jelas diterangkan bahwa menurut para ahli, obesitas berhubungan dengan peningkatan estrogen (hormon wanita), berkurangnya produksi sperma, ejakulasi dini, ketidaksuburan, serta disfungsi ereksi. Hal tersebut dikuatkan dengan studi yang dilakukan oleh WHO tahun 2009 lalu, bahwa pria usia subur yang menderita obesitas akan mengalami penurunan fungsi testis dan jumlah. Terlebih jika anda menderita obesitas kronis, potensi reproduksi akan akan mengalami kondisi yang mengkhawatirkan.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa menyebabkan kerusakan pada sperma. Untuk anda yang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *