Bakteri Dalam Makanan yang Berbahaya Bagi Kesehatan

Harga Produk Herbal Alami | Tak bisa dipungkiri, jika beberapa penyakit yang menyerang tubuh berasal dari makanan yang kita konsumsi. Makanan yang tak terjaga kesehatannya atau terkontaminasi sering menjadi pemicu masalah yang cukup serius. Yang tepatnya, bukan karena makanannya, tapi karena bakteri yang masuk ke dalam makanan dan kemudian berpindah ke dalam tubuh itulah yang menjadi faktor pemicunya.

bakteri dalam makanan yang berbahaya bagi kesehatan
Untuk mengetahuinya, berikut ini 10 jenis bakteri pada makanan penyebab penyakit, di antaranya :

Bacillus cereus

Bakteri ini akan mengakibatkan muntah dan diare yang berlangsung selama 24 jam. Cara mencegah : Jangan membiasakan membiarkan makanan sisa terlalu lama. Jika mau menyimpannya, simpan di tempat aman seperti kulkas.

Botulisme

Spora C. botulinum merupakan patogen yang bisa memicu masalah pernapasan sampai kematian. Orang yang terinfeksi bisa dikenali karena mengalami sulit menelan dan melihat, kelemahan otot, serta bicara yang agak cadel.

Cara Mencegah : Biasakan untuk mendidihkan makanan kalengan sekitar 10 menit sebelum mengonsumsinya. Anda juga sebaiknya mengonsumsi kentang panggang yang dibungkus foil.

E.Coli

E.Coli pada dasarnya telah hidup di dalam usus manusia maupun hewab, namun ada beberapa jenis yang bisa mendatangkan bahaya, termasuk O157 atau H7 yang bisa menyebabkan diare, muntah, sampai kram perut.

Cara mencegah : Masaklah makanan dengan benar dengan tingkat kematangan yang sempurna.

Listeria

Bakteri jenis ini bisa membahayakan ibu hamil karena bisa mengakibatkan keguguran atau penyakit serius pada bayi pasca dilahirkan. Anda pun yang memililki daya tahan tubu rendah rentan terinfeksi dengan gejala mengalami kekakuan pada leher, kejang, serta hilangnya keseimbangan.

Cara mencegah : Sebaiknya jangan mengonsumsi makanan mentah, seafood beku, dan susu yang tak dipasteurisasi.

Norovirus

Norovirus dikenal sebagai patogen atau bakteri yang menyebabkan diare dan muntah. Bahkan sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ia menjadi pemicu masalah gastroenteritis yang menginfeksi masyarakat Amerika Serikat. Bukan hanya itu, Norovirus bisa menular dan gejala yang ditimbulkan bisa berlangsung selama 60 jam.

Cara mencegahnya, dengan cuci sayur dan buah terlebih dahulu sebelum anda mengonsumsinya, cuci tangan lebh sering, dan hindari kontak langsung dengan mereka yang terinfeksi.

Baca juga :  Kandungan dan Manfaat Buah Kesemek untuk Kesehatan

Salmonella

Salmonella mungkin cukup familiar di telinga anda, karena bakteri ini bisa tumbuh di dalam daging dan makanan laut mentah, susu yang tak melalui proses pasteurisasi, keju, dan makanan mentah lain.

Cara mencegahnya, masaklah makanan dengan benar dan hindari konsumsi makanan setengah matang, seperti telur.

Shigella

Bakteri jenis ini dapat menyebar dari tinja. Penderita biasanya akan mengalami diare atau sakit perut selama 5-7 hari.

Cara mencegah : Sebaiknya gunakan wadah tertutup untuk makanan atau minuman selama bepergian.

Staphylococcus aureus

Pada dasarnya beberapa orang memiliki bakteri Staphylococcus aureus dalam kulit mereka yang biasanya tak akan mengakibatkan masalah pada tubuh. Namun, saat bakteri ini bercampur dengan makanan yang terkontaminasi dan anda yang kurang menjaga kebersihan, anda akan mengalami keracunan.

Cara mencegah : Cuci tangan secara rutin dan hindari dapur saat anda tengah flu atau mengalami luka pada kulit.

Toxoplasma gondii

Patogen jenis ini akan menyebabkan flu dalam 1 bulan atau lebih. Pada kasus yang parah bisa mengakibatkan kerusakan otak.

Vibrio parahaemolyticus

Bakteri jenis ini biasanya ditemukan di beberapa muara, teluk, perairan payau yang bisa mencemari kerang. Infeksi bakteri ini akan menyebabkan muntah, kram, dan demam yang biasanya terjadi selaam 3 hari.

Cara mencegah : Masaklah kerang dengan benar selama 5 menit setelah kerang terbuka.

Itulah beberapa Bakteri Dalam Makanan yang Berbahaya Bagi Kesehatan. Semoga memberikan manfaat untuk anda.

Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *