7 Jenis Obat Resep Dokter yang Disalahgunakan

Sudah tentu kita ketahui jika obat-obatan yang diresepkan dokter takboleh dikonsumsi sembarangan, dan sudah tentu harus melalui petunjuk dari dokter sesuai dengan hasil pemeriksaan sang pasien. Namun dengan banyaknya obat-obatan resep dokter dijual di apotek, pihak-pihak yang tak bertanggung jawab seperti para pecandu malah menyalahgunakan obat-obatan tertentu.

7 Obat yang Disalahgunakan

 

obat-obatan resep dokter yang disalah gunakan (FILEminimizer)
Berikut ini ada 7 jenis obat resep dokter yang sering disalah gunakan oleh para pecandu, di antaranya :

Xanax

Xanax merupakan benzodiazepine yang secara umum diresepkan para dokter untuk menghilangkan gangguan kecemasan. Obat jenis ini dapat menenangkan seseorang dengan kinerja menekan sistem saraf pusat yang tidak normal.

Klonopin dan Valium

Klonopin dan Valium tak jauh berbeda dengan Xanax yang dapat memberikan efek ketenangan bagi pengonsumsinya, Jika diminum dalam dosis yang salah dan terlalu tinggi, akan menimbulkan mabuk, kehilangan kesadaran, bahkan kamatian akibat overdosis.

Oxycodone

Oxycodone atau juga dikenal dengan Oxycontin dan Percocet merupakan pengubah cara kerja otak dan sistem saraf dalam merespon rasa sakit. Obat ini sering disamakan dengan heroin yang memiliki harga selangit.

Demorol dan Darvocet

Demorol dan Darvocet tak jauh jauh berbeda dengan Oxycodone sebagai obat penghilang rasa sakit. Namun ketika di tangan para pecandu, mereka akan menaikkan dosisnya dan memberikan dampak buruk. Pada tahun 2010 lalu, di Amerika Serikat, obat ini di tarik dari pasaran karen menimbulkan efek samping komplikasi jantung.

Baca juga : 6 Obat yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Kodein

Obat ini sering dikombinasikan dengan obat jenis lain untuk meringankan batuk serta nyeri. Namun ketika dikonsumsi dalam dosis tinggi, obat ini akan memberikan efek pada perubahan tingkat kesadaran peminumnya.

Amfetamin

Obat jenis ini digunakan untuk gangguan ADHD (Attention Defecit Hyperactivy Disorder) juga gangguan yang membutuhkan kondisi terjaga dalam mengurangi gejala yang ditimbulkan. Namun rupanya, Amfetamin ini sering disalahgunakan oleh mereka yang ingin meningkatkan energi dan tetap terjaga tanpa rasa sakit.

Ritalin

Sama seperti Amfetamin, Ritalin juga memberikan pengaruh pada sistem saraf pusat dengan cara meningkatkan dopamin (hormon kesenangan) dalam otak. Namun, penyalahgunaan terhadap Ritalin ini semakin tinggi, sehingga pemerintah di berbagai negara sangat mewaspadainya, seperti yang diungkapkan di pasiensehat.com.

Penyalahgunaan obat-obatan ini semakin banyak dilakukan. Terlepas dari alasan para penggunanya ini, sebaiknya kita harus siap siaga jika ada yang melakukan penyalahgunaan tersebut, dan membentengi dari dari pengaruh buruk tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *