6 Penyakit Masa Lalu yang Mewabah Kembali

Siapa yang menyangka jika ada beberapa penyakit kuno dan dipercaya telah punah di masa lalu, ternyata saat ini mulai mewabah kembali sampai memakan korban jiwa. Munculnya kembali penyakit-penyakit tersebut diduga karena faktor globalisasi, gerakan anti-vaksin, serta teknologi. Penyakit-penyakit ini pun tak hanya menyerang kawasan terpencil saja, kawasan besar seperti Amerika Serikat pun terserang gangguan dari masalah kesehatan tersebut. Lalu, apa saja penyakit yang digambarkan di atas ?

6 Penyakit Masa Lalu yang Mewabah Kembali

 

6 penyakit masa lalu yang mewabah kembali

Campak

Amerika Serikat awalnya telah membasmi penyakit campak dengan program vaksinasi. Namun, ketika tahun 2000, negara adikuasa tersebut menyatakan bahwa mereka bebas dari campak. Akan tetapi, pada tahun 2014, campak kembali mewabah di negeri tersebut, tepatnya di Disneyland California. Kemudian sampai sekarang tahun 2016, 14 negara bagian juga ikut terinfeksi dan menyebabkan angka penularan 2 kali lipat dari angka tahun 1960 lalu.

Penyebab campak bisa masuk dan menyebar kembali di USA akibat kontak langsung dengan orang terinfeksi. Masyarakat AS yang sudah menolak pemberian vaksinasi ini beranggapan bahwa tidak akan ada lagi penularan campak di negeranya, sehingga ketika mereka kontak dengan orang yang terinfeksi, dengan mudahnya infeksi menyebar pada mereka.

Penyakit campak itu sendiri bisa memberikan dampak buruk seperti selaput otak yang bengkak, kebutaan, serta kematian.

Difteri

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Cornynebacterium diphtheriea dan umumnya menyerang anak-anak atau orang tua berusia 60 tahun ke atas. Penyakit ini berisiko kematian 1 orang dari 10 penderita. Kondisi ini terjadi akibat bakteri yang membunuh pelapis tenggorokan yang menyebabkan penderitanya suli bernapas maupun menelan.

Kasus wabah difteri ini kembali menyerang Spanyol pada tahun 2015 setelah 28 tahun negara ini mengatakan bebas dari difteria. Korban dari kasus ini adalah anak kecil berusia 8 tahun yang berasal dari Catalonia. Penyebab kembali wabah penyakit ini yaitu akibat penolakan orang tua memberikan vaksin pada anaknya.

Sifilis

Las Vegas saat ini mengalami lonjakan tinggi dari penyakit sifilis yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang satu ini mulanya bisa disembuhkan dengan penisilin. Namun jika tak ada penanganan atau penanganan yang lambat dilakukan, penderita akan mengalami gejala yang parah seperti tidak bisa mengendalikan oto, ruam, demensia, kebutaan, sampai pada kematian.

Para ahli mengatakan jika tingginya angka infeksi sifilis saat ini adalah akibat dari merebaknya aplikasi kencan online, yang membuat orang-orang bisa dengan mudah mendapatkan pasangan seks bebas.

Leptospirosis

Leptospirosis merupakan penyakit akibat bakteri yang menyebar melalui urin binatang dengan gejala demam, pusing, gagal ginjal, sampai pendarahan paru-paru. Penyakit ini menyerang Filipina pada tahun 2009 pasca terjadinya badai tropis Ketsana akibat air banjir yang menjadi tempat ideal untuk perkembangbiakan bakteri. Angka kematian dari kondisi ini 5-10%. Bahkan di India, wabah ini kembali muncul dengan angka kematian yang lebih tinggi, yaitu 33%.

Artikel lainnya :

Lepra

Lepra atau dikenal juga dengan nama Hensen’s merupakan penyakit yang bisa menyebabkan kecacatatan dan kebutaan, bahkan sampai meninggal pada penderitanya. Selama ini lepra sudah tidak dipedulikan karena dikira tak akan kembali dari masa lalu. Namun nyatanya infeksi penyakit lepra kini mulai muncul di kawan besar seperti AS yang dibawa oleh hewan armadilo, yang juga dikatakan akibat dari paparan di negara-negara yang memiliki kasus lepra parah.

Walaupun cukup menakutkan, lepra bisa ditangani dengan baik oleh antibiotik asalkan dilakukan sedini mungkin.

Pes atau Sampar

Penyakit pes dikenal sebagai salah satu penyakit menakutkan yang menjangkit kawasan Eropa di abad ke-13 dan mampu membunuh 60% penduduknya. Sedangkan di abad ke-19, pes mampu membunuh 10 juta orang penderita. Bahkan pada kasus saat ini yang terjadi, pemerintah Cina bahkan melakukan karantina penduduk seluruh kota Yumen. Selain itu, di tahun lalu, 39 orang tewas akibat penyakit ini di Madagaskar.

Penyakit pes merupaakn penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis dengan gejala yang muncul berupa demam, kelenjar limfa bengkak, serta nyeri di bagian perut. Penanganan bisa dilakukan dengan antibiotik yang mampu mengurangi kematian sampai 16%. Namun jika tetap dibiarkan, angka kematian penyakit ini bisa mencapai 93%.

Nah, itulah beberapa penyakit masa lalu yang kini mulai mewabah kembali akibat ketidakpahaman penduduk mengenai vaksinasi sebagai bentuk pencegahan penularan penyakit tertentu. Oleh karena itu, kita harus paham mengenai manfaat beberapa vaksinasi yang dilakukan demi menciptakan masyarakat yang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *