4 Obat yang Bisa Mengganggu Kehidupan Seksual Pria

Bagi anda yang menjadi suami, tak bisa dipungkiri jika kehidupan seksual anda bersama pasangan akan tetap membutuhkan perhatian. Bukti di lapangan menunjukan jika semakin banyak suami yang membeli obat atau beberapa kebutuhan tertentu yang bisa membantu kehidupan seksual mereka, apalagi mereka yang mengalami beberapa gangguan pada sistem reproduksinya.

Yang tak banyak disadari oleh para pria adalah, bahwa obat-obatan tertentu yang selama ini mereka konsumsi dalam mengatasi sakit atau penyakit lain, ternyata bisa memberikan efek samping pada kehidupan seksual mereka. Lalu, obat-obatan mana saja yang bisa memberikan dampak negatif pada kehidupan seksual para pria tersebut ?

4 Obat yang Bisa Mengganggu Kehidupan Seksual Pria

 

4 obat yang bisa mengganggu kehidupan seksual pria

Obat tekanan darah tinggi

Menurut direktur medis dari NYU Langone, Steven Lamm, M.D, beberapa jenis obat tekanan darah tinggi, diuretik, dan beta blocker, dapat mengakibatkan disfungsi ereksi. Beta blocker ini dikatakan dapat menurunkan tekanan darah anda dengan menimbulkan gangguan pada sistem saraf simpatik. Sedangkan diuretik, bisa mengendurkan dinding pembuluh darah yang baik untuk kesehatan jantung anda, namun ternyata tak baik bagi organ reproduksi anda. Hal ini dikarenakan, berkurangnya aliran darah ke penis, yang membuatnya sulit untuk mengeras.

Di samping obat-obatan dengan efek samping, Dr. Lamm mengungkapkan jika ada obat darah tinggi yang lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping. Anda bisa konsultasi pada dokter terdekat saat melakukan pemeriksaan.

Obat penghilang rasa sakit

Menurut Dr.Lamm, Obat penghilang rasa sakit seperti Opioid, ternyata bisa merusak zat kimia dalam otak yang berperan penting dalam memberikan sinyal pada testikel untuk menghasilkan hormon testosteron. Seerti yang diketahui, jika anda memiliki hormon testosteron yang rendah, maka anda akan sulit ereksi, bahkan gairah atau libido pun tak ada.

Ketika anda akan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, sebaiknya anda tanyakan pula kadar testosteron anda. Atau konsultasikan pada dokter tentang kekhawatiran anda mengenai dampai obat penghilang rasa sakit tersebut.

Antidepresan

Menurut studi yang dilakukan di Irlandia, terungkap bahwa beberapa obat antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor, seperti Lexapro, Paxil, Prozac, dan Zoloft, dapat merusak suasana mesra bersama pasangan dan menyebabkan disfungsi ereksi.

Biasanya para pria akan mengeluhkan ejakulasi yang tertunda atau sulitnya mencapai orgasme, menurut laporan dari Urolog Southern Illinois University School of Medicine, Tobias Khler, M.D. Menurutnya, obat antidepresan tersebut dapat memanipulasi neurotransmittes otak, sehingga bisa menyebabkan tertundanya ejakulasi, serta menurunkan hormon testosteron yang berpengaruh besar dalam kehidupan seksual anda.

Obat tidur

Obat tidur seperti Trazodon, ini diresepkan dokter sebagai obat penenang dan memudahkan anda untuk terlelap. Namun, konsumsi obat ini secara berkala, dapat menyebabkan ereksi berkepanjangan sampai 4 jam lamanya.

Ereksi berkepanjangan mungkin terdengar menguntungkan, namun justru membuat anda tidak nyaman dan bisa mengakibatkan gangguan yang lebih serius. Kondisi tersebuut menunjukan bahwa ada darah yang terperangkap di dalam penis. Jika tak ada tindakan yang dilakukan untuk mengatasi hal ini, gangguan tersebut akan berlanjut pada kerusakan jaringan dan anda bisa mengalami disfungsi ereksi permanen. Anda harus langsung ke UGD jika mengalami ereksi selama 4 jam.

Setelah anda mengetahui beberapa jenis obat-obatan dapat memengaruhi kehidupan seksual anda, itu tandanya anda harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat. Periksakan diri dan konsultasi pada ahlinya agar anda bisa terhindar dari beberap efek samping yang ditimbulkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *